PENANTIAN SEORANG AYAH
Menunggu kehadiran momongan, sudah 10 jam dirumah sakit ini hati terasa resah, takut, berharap, senang, sedih....bercampur aduk.
Ketika itu jelas terlihat wajah istriku menahan rasa sakit namun selalu tersenyum bila menghadap wajahku, saat itu dokter memanggilku lalu ia mengatakan istrimu harus di oprasi saat ini kerena keadaannya sudah lemah, mendengar perkataan itu saya hanya bisa pasrah kepada allah jika ini jalan terbaik lakukakan dok!jawabku.lalu lemudian ku tanda tangan surat kesepakatan karena ini resikonya tinggi tanganku terasa gemetar dan dinggin.tapi lagi lagi apa yang saya bisa perbuat selain pasrah kepada allah. Saat istriku masuk ruang oprasi ku pegang erat tangannya dan ku bisikan telinganya "istriku insaallah akan baik baik saja" saya berharap dengan kata kata itu membuat ia tenang.sebelum istriku masuk saya berjumpa dengan salah seorang dokter yang saya kenal ia adalah dokter dimana tempat aku bekerja dengan kata katanya membuat aku semakin tenang dan berharap semua akan berjalan lancar.
Sekitar 30 menit kemudian tepatnya jam 10.25 menit terdengar jeritan tangis bayi diruang bayi lalu kemudian mendengar panggilan itu, aku mendekat ternyata benar akulah yang di panggil, ku buka pintunya terlihat ada bayi mungil, detak jantungku semakin kencang, aku beranikan diri untuk mendekat, selama ini aku belum pernah melihat bayi secerah ini putih berseri wajahnya mengeluarkan cahaya bagaikan bulan purnama masaallah.
Pada saat itu juga lalu ku adzankan ditelinga kanannya ketik itu si kecil terdengar seolah ia mengerti massaallah, ia terdiam mendengar dan memerhatikan di sekelilingnya, di sampingnya aku melihat kertas yang berisikan keterangan. Saat itu terkejut melihat berat dan tinggi karena selama ini ketika posyandu mengatakan kecil sekali, namun kuasa allah taala berat si kecil 3,5 kg masaallah tidak di duga duga. Si kecil muali menangis lagi ketika adzan selesai lalu aku bacakan surat yusuf yang memang sering aku bacakan setiap malam di waktu masih dalam kandungan, aku tidak menyangka lagi ia pun terdiam seolah-olah mengerti, rasa syukur dan bahagia tidak melebihi cintku pada rabku karena ia telah memberikan amanah besar ini, semoga selalu diberikan petunjuk menjadi seorang ayah yang mampu melakukan yang terbaik untuknya.
Sekitar lima menit kemudian terdengar suara ranjang terdorong oleh para perawat, denyutan hati ini semakin kencang aku takut istriku terjadi sesuatu, pada saat itu juga aku ditemani mertua, mertuaku terlihat bahagia melihat cucu yang mungilnya, tepat saat itu suara ranjang yang terdorong akhirnya keluar juga mertuaku yang menghampiri duluan dan aku menjaga si kecil tak lama mertuaku memanggil dokter dokter anakku Suara keras, mendengar suara itu aku terkejut semua rangka badanku tidak bisa aku gerakkan, hanya bisa melihat dari kejauhan sepertinya ia mengamuk segerombolan orang datang untuk membantu.
Perawat akhirnya datang dengan tenang ia diberikan obat penenang, setelah ia tenang aku menghampirinya ternyata itu bukan istriku ia seorang laki laki yang sudah dioprasi juga, lalu istriku dimana?dalam hati bertanya tanya, namun aku tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa.
Tak lama kemudian akhirnya istriku keluar dari ruang oprasi ia terlihat pucat dan sekujur tubuhnya gemetar, ia pun dibangunkan oleh sang perawat ia pun bangun alhamdulillah, aku tak henti bersyukur, lalu kemudian kita dipindah ke ruang inap di lantai 3 masaallah lumayan menguras energi mengangkut semua barang barang.
Dimalam pertama aku tidak bisa tidur karena hawatir melihat si kecil karena tidak bisa tidur bersama ibunya karena ibunya belum bisa mengerakkan tubuhnya masih efek bius, malam itu aku yang menggantikan ibu beberapa menit si kecil mengeluarkan tangisan manjanya kemudian aku mengelusnya sambil memeluknya ia pun terdiam manja.
Adzan subuh berkumandang, bergegas ambil air wudhu kemudian kemasjid namun kerena satpam tidak ada dan pintu smua terkonci sehingga terpaksa sholat di ruangan bayi, selesai sholat tak lupa menmanjatkan do'a untuk anak dan istriku tercinta semoga menjadi anak yang sholeh dan untuk istriku cepat sembuh amiin.
Di pagi hari istriku masih terlentang diranjang belum bisa menggerakkan badannya sehingga setimulus selalu ku berikan mencoba menggerakkan pelan, tak lama ia mulai bisa dan akhirnya ia bisa menggendong si kecil imut gagah sholeh.
Tiga hari kemudian kami di berikan rekomandasi untuk pulang alhamdililkah semua lancar
Komentar
Posting Komentar